Kamis, 01 November 2012

Cukup...sebuah pilihan

Sebelumnya, kita adalah pasangan
Memantapkan hati
Melangkah bersama
Mengusir halus kerikil
Mengangkat bersama  aral di depan
Meloncat bersama saat melalui kubangan

Kita terus berjalan
Masih bergenggaman tangan
Kala dihadapan kita terbentang sebuah persimpangan
Langkahmu terhenti
Dan aku tak mengerti...
Tak bisa membayangkan yang terjadi
Jalan mana yang kau pilih nanti
Atau mungkin hanya sampai disini?

Andai saja kau mengerti

Dunia menawarkan begitu banyak pilihan
Tapi hati yang menentukan 
Karna hati yang bekerja
Hanya untuk satu pilihan satu kebutuhan

Senin, 08 Oktober 2012

Pasir Pantai

Adalah butiran-butiran kecil yang menempel di kakimu..
Berkilau diterpa sinar mentari yang merapat
Membentuk lukisan abstrak yang tak tersirat

Pasir pantai yang kau genggam...
Putih, halus, mengkilat
Haruskah kujelaskan semuanya??
Terlihat sepele di mata
Tapi begitu indah di jiwa

 Pasir pantai itu kamu bagiku...





Senin, 17 September 2012

Raja Negeriku

Raja Negeriku

by : NOAH

Yang terdiam dari suara
Sabar jiwaku, sabar seluruh bangsaku
Aaah perih tangismu, perih jiwamu
Tersisihkan oleh kawanan hitam
Semua telah lelah menanti

[Pidato Ir. Soekarno]

Bersuara untuk mereka, raja negeriku
Kau telah lama terdiam
Perubahan... jerit hatiku, cermin jiwamu
Berikan terang untuk masa depan wooo

[Pidato Ir. Soekarno]

Berpegangan semua saudara
Tegar berdiri dalam mimpi yang satu
Perubahan untuk tanahmu, tanah airmu
Untuk negeri dan mimpi bangsamu 


 ------------------------------------
Raja Negeriku adalah lagu jagoan saya dalam album "Seperti Seharusnya" yang dikeluarkan NOAH. Lagu yang berjiwa patriotik, yang menuntun saya merasakan energi nasionalisme pada negara. Bangkitlah Bangsaku! Bangkitlah Indonesiaku!!!








Rabu, 29 Agustus 2012

Rinjani, Gunung Pujaan Para Pendaki

Rinjani Mountain

Gunung Rinjani merupakan gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT. Rinjani telah menjadi gunung pujaan bagi para pendaki Indonesia termasuk juga pendaki luar negeri karena keindahan pemandangannya. Gunung ini termasuk dari bagian Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha. 

kawah Segara Anak
gunung Barujari
Danau kawah Segara Anak dengan Gunung Barujari di tepi danau dilihat dari puncak Gunung Rinjani di sisi timur. Gunung Rinjani dengan titik tertinggi 3.726m dpl, mendominasi sebagian besar pemandangan Pulau Lombok bagian utara.

Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m terdapat danau kawah yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan para pendaki untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut “Segara Anak”. Pemandangan di pagi hari ketika matahari terbit merupakan bagaian dari “surga” pemandangan Gunung Rinjani yang amat mengesankan. Biasanya di sekitaran danau digunakan oleh para pendaki untuk melepas lelah bahkan sampai berhari-hari. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.

Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004.[1][2] Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak  Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.

edelweis
Gunung Rinjani memiliki berbagai ekosistem yang masih terjaga secara alami. Selain memiliki berbagai jenis burung, juga terdapat binatang jenis lain seperti harimau, monyet, rusa, bahkan landak yang menjadi penghuni Gunung Rinjani ini.Beragam potensi vegetasi dapat ditemukan di Rinjani (55, 38 % jenis pohon); 6,45 % tumbuhan menjalar; 21,53 % rumpun; 3,03 % tanaman lumut; 6,15 % rumput-rumputan; 30,7 % tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan endemik Nusa Tenggara juga dapat ditemukan di wilayah ini: Vernonia alnifolia (tanaman obat-obatan), vernonia Tenggwall, pandousa pandorana , dan dua jenis anggrek (Perestylus rinjaniensis dan Peristylus lombalanss).
Tanaman lainnya adalah Edelweis (Anaphals vislida ) yang merupakan spesies khusus di wilayah pegunungan.

Amazing Rinjani


Adalah sebuah kekecewaan bagi saya ketika tapak ini tak mampu menjejak puncak yang saya damba-dambakan selama ini. Puncak Rinjani, 3726 meter dibawah permukaan laut yang akhir-akhir ini menjadi hal utama dalam pikiran saya. Persiapan fisik yang saya atur sedemikian rupa sebelum keberangkatan ternyata belum cukup untuk mengantarkan saya ke puncak impian. Dari jarak 3500-an mdpl, langkah saya terhenti karna kondisi fisik sudah tak memungkinkan lagi. Trek kerikil dengan kemiringan 75 derajat menutup semua harapan saya. Oksigen yang menipis di paru-paru, lutut yang mulai lemas, serangan hipotermia membuat kepala saya terasa mengantuk membuat saya kalah pada jalur letter E. Saya hanya bisa menatap puncak dengan wajah kuyu, tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang paling gagal.

Pendakian yang semula lancar, melewati jalur Sembalun, dengan trek yang berupa padang sabana, sedikit hutan, dan trek menanjak dengan debu dan kerikil sepanjang perjalanan dapat saya lalui dengan cukup baik. Meskipun terjadi perkiraan logistik yang kurang tepat dan sumber air minum yang sangat minim namun dapat saya dan teman-teman atasi.  

Di trek letter E, tempat saya terhenti, saya sempat tertidur. Bang Yan, salah satu dari guide kami dengan setia menunggui saya. Beliau dengan sabar membantu saya untuk bisa bangkit lagi. Tapi saya tau jika saya paksakan untuk mendaki kembali maka fisik saya akan semakin melemah. Karna itu saya putuskan untuk turun kembali ke Pelawangan, basecamp terakhir kami.
Dengan langkah tersendat-sendat, diiringi jatuh berkali-kali karna trek kerikil yang kami lalui akhirnya pukul 13.00 WITA saya sampai di tenda peristirahatan.

Mencoba berbesar hati, saya ucapkan selamat kepada teman-teman sependakian yang berhasil mencapai puncak. Kegagalan yang akan selalu saya kenang dalam hidup. Jika ada kesempatan, mungkin saya akan mencoba menggapai kembali puncak itu.



pict:





Sabtu, 30 Juni 2012

kereta hari

@Senja menyunting hari...
Kita masih disini. Diam2 saling bicara sendiri. Tidak tersenyum, tak pula saling menyapa. Hanya hati yg bekerja. Mencoba temukan jawaban pd masing2 pikiran. Mengeluhkan perasaan yg sepi dalam keramaian. Menatap iri pd senyum yg mengembang. Setiap pertanyaan pelan berkembang menjadi beban...kapan ini berakhir indah?

@bulan merambat. tinggalkan siang...
Kita mulai melangkah pulang. Bayangan mulai berkejaran, menyesuaikan arah cahaya datang. Penat tetap menemani langkah kaki...orang2 seperti kita yg terbiasa menangis dalam hati.

@malam menjelang pagi...
Belum tertidur seperti mereka umumnya. Berkutat dg susunan mimpi yg kita rangkai sendiri. Menyapa Dia, alam, dan jalan suratan. Bahwa kita inginkan surga, cinta, dan dunia...sesungguhnya.

-dalam sebuah lamunan

Secangkir kopi


Untukmu...

Ingat aku dalam secangkir kopi...andai kita tak lagi bersama. Karna kuyakin itulah penawar rindunya.

Angkat cangkirmu, rasakan hangatnya! Hirup aromanya dan nikmati damainya! Hisap kental kopimu ini yg membelalakkan mata!

Kita butuh yg pahit bukan yg manis. Tambah gula sedikit saja jika kau tak biasa. Temukan warnaku dalam pekatnya. Lalu kau kan ingat bagaimana kopi timbulkan tawa bersama.

Temui aku dalam secangkir kopi... mungkin disanalah rindu akan bermuara. Tetap sabar hadapi ini meski jalan hidup tak menyatukan kita selamanya...

Warna

Tentang warna...

Kubicarakan kita sebagai warna. Tentang warna gelap juga terang. Bahwa kita bagian dari mereka. Kita warna dari dunia.

Bagiku, warnamu cenderung berubah. Kadang cerah kadang muram.. Sisimu yg sering kau tampakkan. Dan kau tau, warnaku dominan "hitam". Warna yg terlihat diam..tak terbaca pikiran.

Saat kita bersama, kita adalah warna yg berirama. Warna yg saling bersanding tanpa harus bersaing. Warna yg sama ditebar namun takkan tertukar.
Kita bagai petir putih dalam mendungnya awan. Kita bagai hijau daun dlm rimbunnya hutan. Atau bagai cahaya bintang dlm langit malam...

Tetaplah menjadi warna pelengkap., penyeimbang dalam hidupku...slalu.. 

special to : Fauziah Noer

Kamis, 31 Mei 2012

senandung pagi


Pagi yang cerah

Selamat pagi! Aku senang kita bertemu lagi. Usai melintasi samudra mimpi, mengesap teh atau kopi, membaca koran hangat  pagi hari...

Hei,, aku mendengar kau bersenandung. Senandung yang belum pernah kudengar. Senandung yang indah..senang dung dung dung...! Iramamu mengguncang, lantai bak berdendang senang, menerima pantulan suara merdumu..

Ajak aku menari, aku pasti ikut berputar riang seperti kau yang bergerak gemulai. Suaramu merdu, liukmu syahdu, dipagi ini akulah manusia yang beruntung karena dirimu ! 
 
Sudah berapa senyum yang ku pantulkan?, aku tak tau lagi.. aku hanya ingin disini, di pagi yang cerah, pagi yang indah. Tak ingin memedulikan betapa hangat mentari menyinari, tak mau tau mereka yang berlalu lalang, takkan kupikirkan malam kan datang. Aku manusia yang paling bahagia di pagi ini....

Rabu, 30 Mei 2012

Pemimpi

                                      aku,  memikul berkarung-karung mimpiku tentangmu...
                                      dalam malam, dalam diam...
                                      kala merenung, saat khayal melintas, juga sepi meretas


Ini bukan hal yang sulit bagiku semalam suntuk memanggul mimpi ini karna aku ditakdirkan sebagai pemimpi. Kurasa semua tak harus dijabarkan lewat teriakan padamu betapa mimpi ini menyebar, mengotori perlintasan logika dan hayalku. Kita telah sama-sama tau, dulu kau bagian duniaku, bagian mimpiku. Bila perlu, sampai dunia tak peduli aku yang dilemparkan, aku tak bergeming. ini cuma kisahku, kau tak perlu tau.

Bulan depan, tahun depan, mungkin sampai maut di depan...karung-karung ini  telah berbentuk menara karung. Iya, tak terhitung..tak terbendung. Aku tetap mampu memikulnya. Jangan bilang aku gila... karna faktor aku gila adalah kamu.

Kadang, aku merunut bintang. Kadang, aku mencari bayanganku sendiri. Yeah, aku mencari alasan kenapa aku yang ditinggalkan..dan begitu mudahnya aku menemukan beribu alasan itu. Aku tak bisa dibandingkan, tak bisa ditinggikan, tak akan bisa.

Sudah! tak usah disesali. Kiri dan kananku adalah jurang. Tangan dan kaki dipenuhi belenggu. Hati dan otakku di tumpuki masa lalu. Di bahuku ada karung yang berisi "kamu". Logika bisa saja kalah oleh hati, keyakinan diolengkan kebutuhan, dan aku juga tau "cinta bisa hancur karna cinta yang lain".....



Sabtu, 26 Mei 2012

Noah Band -separuh aku


Dan terjadi lagi
kisah lama yang terulang kembali
kau terluka lagi
Dari cinta rumit yang kau jalani
Aku ingin kau merasa
kamu mengerti aku mengerti kamu
aku ingin kau sadari
Cintamu bukanlah dia

reff:
Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu
Ku ada di sini
Pahamilah kau tak pernah sendiri
Karena aku selalu
Didekatmu saat engkau terjatuh

reff:
Dengar laraku
Suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku
menyentuh laramu
Semua lukamu telah menjadi milikku
karena separuh aku dirimu

Begitu merindukan performance dari band yang satu ini hingga saat saya mendengar lagu barunya yang berasal dari album terbaru yang belum sempat dilaunching karna permasalahan salah satu personilnya, amat sangat mengobati rasa kangen saya...  :D

Akhirnya, pada tanggal 3 Agustus 2012 lagu Separuh Aku dilaunching sebagai single pertama dari Noah Band yang sebelumnya bernama Peterpan, serentak pada pukul 03.08 sore dari 200 radio di seluruh Indonesia. Nama baru Peterpan pun baru diumumkan pada tanggal 2 Agustus, sehari sebelumnya.  Makna nama dari Noah ada tiga makna yaitu comforter (pembuat nyaman), peaceful, dan long life.

Oh ya, sekedar konfirmasi jika ada teman-teman yang pernah dengar lagu "kau yang kuinginkan" dan "perjalanan cintaku" yang sering didengungkan sebagai lagu barunya Peterpan Band itu bohong besar karna tanggal 11 Mei 2010 Ariel sendiri telah mengklarifikasi bahwa lagu-lagu tersebut bukan lagu Peterpan. Cek http://www.facebook.com/ArielRBesar

Jumat, 25 Mei 2012

Kearifan Kampung Naga

pemukiman kampung Naga bawah
Kampung Naga administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga berada di perbatasan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Ci Wulan (Kali Wulan) yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah di tembok (Sunda : sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter yang berjumlah 439 anak tangga. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai kedalam Kampung Naga.

Sebelum memasuki pemukiman kampung Naga bawah biasanya tamu atau pengunjung akan melewati pemukiman kampung Naga atas. Kampung Naga Atas memiliki tugu yang baru dibangun pada tahun 2009 oleh pemerintah setempat. Tugu tersebut diberi nama tugu Kujang Pusaka. Tugu ini bukan hanya sekedar replika tetapi benar-benar dibuat dari 99 pusaka dari raja-raja nusantara di Indonesia. "Kujang Pusaka" yang sekilas berbentuk pedang ini ditempa di Keraton Pustaka oleh 99 Empu. "Kujang Pusaka"ini dilapisi emas dan dipadu dengan batu meteor. 


Kang Tatang, pemandu dari Kampung Naga
Masyarakat Kampung Naga dikenal sebagai masyarakat yang memegang teguh adat dan istiadat yang diajarkan moyang atau pendahulunya. "Wasiat, amanat, dan akibat" merupakan prinsip yang selalu mereka junjung. Tidak ada hukuman bagi yang melanggar wasiat atau amanat namun mereka percaya bahwa siapa yang melanggar akan menjalani "akibat" dari apa yang mereka langgar. Kesederhanaan, dan budi pekerti sangat ditanamkan dalam kehidupan mereka.

terapi ikan
Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.
Memasuki pemukiman Kampung Nampung Naga Bawah, kita akan melihat aktivitas warga yang didominasi kegiatan bercocok tanam, memelihara binatang ternak, ikan, juga membuat kerajinan tangan berupa cinderamata. 

Hal yang paling berkesan saya peroleh dari berkunjung ke Kampung Naga adalah sepatah kalimat dari kang Tatang yang menunjukkan begitu arifnya para pendahulu dalam mewariskan petuah bijak bagi rakyatnya. "Jangan hidup di dalam alam namun hiduplah bersama alam..."




Sumber artikel : http://id.wikipedia.org/wiki/Kampung_Naga

Rabu, 23 Mei 2012

Eksotisnya pantai Batu Hiu, Ciamis, Jawa Barat

Pantai Batu Hiu merupakan salah satu objek wisata yang berada di kawasan kota Ciamis, Jawa Barat atau tepatnya terletak di Desa Ciliang kecamatan Parigi. Pantai ini berjarak sekitar lebih kurang 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan.
Asal mulai nama pantai ini sendiri dikarenakan adanya batu karang yang menyerupai sirip ikan hiu saat kita memandang ke arah laut tersebut sehingga dinamakan pantai Batu Hiu. Tempat wisata ini terkenal juga dengan tebing yang terjal, dan deburan ombaknya yang bergulung. Serta dipenuhi dengan pohon Pandan Wong yang menjulang serta pantainya yang nampak bersih.


pantai Batu Hiu

Selasa, 22 Mei 2012

Jelajah Bumi Parahyangan menuju Green Canyon

Berawal dari ajakan Mega, seorang backpacker yang saya kenal di pendakian gunung Gede bulan Mei 2010, saya dan 28 orang backpackers lainnya setuju untuk berangkat bersama menjelajah wisata yang ada di Ciamis. Wisata tujuan yang direncanakan adalah body rafting di Green Canyon, lanjut ke pantai Batu Karas, pantai Batu Hiu, melihat penangkaran penyu langka, Goa Citumang, pantai Pangandaran, dan kunjungan ke kampung Naga.

Perjalanan dimulai 16 Mei 2012 dari terminal Depok, berangkat menggunakan bus malam "Budiman" jurusan Depok - Pangandaran. Peserta yang berjumlah 30 orang didominasi oleh perempuan, 20 perempuan dan 10 laki-laki. Berlandaskan satu tujuan, keakraban mengalir begitu saja diantara kami. Kehadiran Mega sebagai kepala suku dari rombongan makin mencairkan suasana.
Kami tiba di Pangandaran sekitar pukul 08.00 pagi, dilanjutkan dengan naik angkutan pick up atau lebih sering dikenal sebagai angkutan "truk pasir" menuju lokasi yang akan menjadi destinasi pertama kami yaitu body rafting di sungai Cijulang yang melintasi Green Canyon sekitar 1,5 jam. 

Sebagai backpackers, murah meriah adalah bagian dari prinsip perjalanan kami. Meski pantat terasa sakit akibat benturan truk dengan jalan yang tidak rata namun kelucuan-kelucuan yang terjadi menimbulkan perjalanan semakin seru.
Setiba di lokasi peristirahatan, kami mulai dengan sarapan dilanjutkan menggunakan perlengkapan body rafting. Dengan dipandu oleh 12 orang pemandu dari Guha Bau Body Rafting yang memprasaranai petualangan pertama ini, kami meneruskan perjalanan sekitar sejam dengan naik pick up dan sedikit trekking menuju Guha Bau, lokasi awal kami memulai body rafting.


 

Jujur, saya tidak bisa berenang. Kelemahan ini membuat saya sungguh menyesali atas ketidakmampuan saya. Meskipun menggunakan pelampung tapi petualangan ekstrim ini setidaknya membuat saya ketar-ketir. Hal ini karna body rafting telah dikenal sebagai salah satu olahraga  ekstrim pemicu adrenalin. Dengan panjang trek sekitar 3 km atau setidaknya membutuhkan waktu lebih kurang 4 jam untuk menyelesaikan lintasan Green Canyon dibutuhkan kondisi tubuh yang fit. Arung jeram yang menggunakan tubuh semata wayang  sebagai sarananya ini harus siap menghadapi resiko  terbawa arus, terbentur bebatuan sungai, atau terminum berliter-liter air.  Namun deengan adanya pemandu mengurangi kecemasan yang saya rasakan, sebab selain memandu mereka juga bertugas membantu kami melalui arus-arus deras yang tak biasa kami lewati terutama bagi pemula.
trekking


Tubuh yang menggigil dan lelah akhirnya terpuaskan ketika kami tiba di lokasi Green Canyon. Tebing-tebing tinggi yang membentengi kami, mata air yang turun seperti gerimis hujan, dan kilauan matahari yang menyeruak dari balik rerimbunan pepohonan disekitar sungai memukau hati dan mata kami. Keindahan yang tak bisa kami ungkapkan hanya dengan sekedar kata...Green Canyon begitu mempesona, Indonesia adalah keindahan yang nyata. Untuk kesekian kalinya, saya bisa menatap keajaiban yang ada di dunia. Semua letih, ketakutan, tergantikan begitu saja. Puasss..hanya itu yang bisa saya gambarkan.

Green Canyon sendiri memiliki nama lain yaitu Cukang Taneuh yang berarti Jembatan Tanah.  Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Jarak dari kota Ciamis sendiri berjarak sekitar 130 km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km. Nama Green Canyon diketahui awalnya dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Diduga nama Green Canyon bermula dari warna air sungai yang berwarna hijau tosca.

Petualangan ternyata belum selesai begitu saja, masih ada dua trek lagi yang harus kami lalui.  Arus sungai yang berlevel medium saat itu, masih menantang untuk diterjang. Selesai melalui lintasan terakhir, kami sudah ditunggu perahu sewa dari EO, kami diangkut menuju dermaga peristirahatan.




dermaga penjemputan / tempat berakhirnya body rafting


Sabtu, 24 Maret 2012

Terbanglah!

terbanglah sayang...
dalam kumpulan mega yang kita lukis bersama
kutau sayapmu telah sempurna
kutau cuaca telah berubah...

terbanglah cintaku...
seperti apa saja yang kau mau..
seperti balon udara nan bebas
seperti kupu-kupu nan bergerak indah
seperti layang-layang yang terkendali
atau seperti malaikat nan bersayap putih..

jangan hiraukan aku, sayangku!
abaikan saja mimpiku!
terbanglah jauh...
sejauh apapun itu..

terbanglah tinggi, cintaku!
bersandar pada  dinding awan
berbincang dengan para bintang
namun tetaplah mengingat bumi..
cukuplah mengingat, sebab saat kau kembali takkan ada aku lagi...

Jumat, 23 Maret 2012

Ziarah


Hari itu mendung. Langit diselubungi  awan gelap, pun akibat dilalui  kawanan burung  yang tiba-tiba harus bergegas pulang ke sarangnya. Hari masih siang, seharusnya matahari  sudah berada di tengah kepala tapi terik sama sekali tak datang menyapa. Anak-anak sekolah berlari-lari kecil, pulang menuju rumah...tak ingin sampai dalam kondisi basah.. Angin kencang menyeruak dimana-mana,, mendorong dahan, dan ranting,, menyebarkan dingin yang kini kurasa...Wusssshhhh....
Langkahku masih sama, pelan dan ringan, tak tergoda ancaman hujan. Sedang berpikir,, melamun persisnya...apa yang akan kukatakan bila aku tiba disana? Keringat dingin keluar deras membasahi tubuhku. Ragu itu semakin muncul, saat dihadapanku, sebuah plang besar menghadang didepan mata. Aku sudah tiba. Kala itu hujan belum juga turun.. Mungkin ini sekedar mendung,, mengatasnamakan perasaanku. Membuka cerita usang ku bersamanya.. Atas nama mendung...aku terkekeh dalam hati...sekaligus menggigil perih..
Semua orang di tempat ini telah pergi, penggali tanah, penjual bunga, pengurus makam, semua..mengungsi dari ancaman  langit.. Tempat ini begitu hening, kudekati sebuah gundukan tanah yang mulai merata, duduk bersimpuh disampingnya..dahiku berpeluh...ada namamu di sana ..lidahku kelu..sedikit berbisik mulai berkata dengan terbata-bata..
“Apa kabar?? Hari ini harimu.. aku tak pernah datang untukmu. Namun kali ini aku telah memberanikan diri.  Hari ini aku akan menghabiskan waktu denganmu..membayar hutang cerita yang kulalui saat kau tak ada.  Sengaja, aku bawakan mawar putih kesukaanmu,, kamu pasti suka! Aku juga pakai ikat pinggang  darimu...agghh..kamu  pasti bangga.!”
...Aku tersenyum sendiri...nafasku semakin sesak.. begitu banyak yang ingin kukatakan.
“Selepas dari tahanan..aku sudah mencoba mencari penggantimu,, tak ada nama yang sama denganmu, tak ada yang seheboh kamu, tak ada yang bisa memahamiku, tak ada yang seperti kamu..., SUNGGUH!”
Sebuah butiran kecil mengalir di pipi...rintik-rintik besar menyaingi....kini hujan turun  tak tepat waktu..membuatku panik sesaat, menggoyahkan kalimat yang telah kubuat untukmu..
“Maaf, karna aku salah. Maaf, karna kau tak salah. maaf, atas semua ini.... Maaf, karna aku yang telah membunuhmu ,,,sobatku!”
....Bumi terasa begitu datar, berputar,, gundukan  tanah seperti memerah darah, kamboja putih bagai menghujaniku dengan bunga-bunga layunya, rintik hujan seperti  ribuan  belati menghujam dada..tetesan itu bagiku, tangisanmu di alam sana.....semua menghukumku tanpa iba!!

Tentang Senyummu..


Tentang senyummu..
Aku hidup dalam ribuan hari, trilyunan menit, tak terhitung waktu bersamamu. Aku habiskan lebih dari setengah waktuku bersamamu. Aku bukan seorang yang biasa bicara tentang rasa, yang bisa tiba-tiba memberikan bunga, yang selalu bercerita tentang isi hatiku padamu, yang akan memelukmu saat engkau mengeluh, yang akan segera melakukan apa yang kau mau. Aku bahkan tak ingat kapan terakhir kali aku mencium pipimu, atau menemanimu saat  engkau ingin  berbelanja bersama...
Namun kuingin kau tau, jauh sekali dalam lubuk hatiku, aku merindukan saat-saat itu. Selama ini, aku terlalu sibuk dengan hal-hal yang kupikir penting untuk dilakukan. Hal-hal yang membuatku dengan dirimu berjauhan. Semua sudah berubah, usia kita makin menua, aku pelan belajar tentang kehidupan. Terlalu sering dan lama kita terpisahkan...sesuatu yang harus kita biasakan mulai dari sekarang. Mungkin aku akan terbiasa dengan semua ini, tapi harus aku sadari, aku akan kehilangan sesuatu darimu yang membuatku rindu. Tentang senyummu, yang mengharu birukan...yang mulai sangat kurindukan saat kita berjauhan.
Tentang senyummu, adalah senyum yang paling menyejukkan. Senyum yang berefek tinggi membuatku stabil dalam kondisi gundah juga marah. Senyum yang membuatku tau bahwa kau akan selalu ada disampingku saat aku butuh. Senyum yang menunjukkan jalan akan selalu ada penyelesaian dalam sebuah permasalahan. Senyum yang ingin membuatku lekas beranjak bangkit saat terjatuh sakit. Senyum yang akan bilang “Hati-hati, jangan nakal di jalan...Ibu menunggumu!”..
Bahwa senyummu  itulah  yang telah menuntunku menulis catatan ini diam-diam dalam malam tanpa harus kau tau kutujukan catatan ini untukmu, Ibu..

Iseng

Foto ini sudah lama saya simpan, dan kini baru saya publikasikan. Sekitar bulan Oktober 2010, foto ini saya ambil ketika saya sedang memandang langit. Maklum, saya suka sekali memperhatikan bentuk-bentuk awan, dan momennya sangat pas sekali..hehehe... 
Menurut kalian, apakah awan ini berbentuk "Si guk-guk"?????

Kambang Iwak

       
 Taman wisata Kambang Iwak merupakan lokasi wisata yang kerap digunakan sebagai taman rekreasi keluarga. Konon, taman ini merupakan peninggalan Kompeni Belanda yang kini telah direnovasi. Kambang Iwak sendiri berasal dari bahasa Palembang yaitu "Kambang" berarti "kolam kecil" dan "Iwak" berarti "ikan" yang disimpulkan sebagai kolam kecil tempat ikan-ikan berkumpul. 
        Taman wisata ini terletak di pusat kota Palembang, yakni berada disekitar daerah Bukit Besar atau sekitar 10 menit dari jarak jembatan Ampera, menjadikannya sebagai magnet bagi para wisatawan yang berkunjung ke kota Palembang. Taman Kambang Iwak ini dilengkapi dengan keindahan air mancur di tengah kolam, pohon-pohon yang rindang, bangku-bangku taman, serta warung atau kedai makan yang bersih dan rapi atau juga lampu-lampu malam yang sangat indah dan akan membuat anda nyaman berada di sana. Berbagai kegiatan keluarga, seperti rekreasi memancing, jogging, dan bersepeda adalah kegiatan rutin yang diadakan setiap minggunya. Selain itu, berbagai kegiatan remaja pun sering digelar di tempat ini seperti  kegiatan band, fotografi, workshop, dan masih banyak lagi. Taman wisata Kambang Iwak ini dapat dijadikan alternatif tujuan ketika wisatawan tiba di kota Palembang. So, jangan lupa berkunjung ke "Kambang Iwak" yaa??!! :)

kosong

Saya sedang bosan dengan hari. Saya kehilangan senyum yang lebar akhir-akhir ini. Butuh pengakuan yang luar biasa pada semua orang jika saya mengalami "bad mood" saat ini. Sifat ini yang selalu berusaha  saya tutupi. Saya hanya tidak pernah rela menyebabkan orang ikut susah, takut membebani.

Via blog ini, moga-moga tersalurkan. Siapa tau, esok sudah terlupakan. Aaamiin.

Kosong, benar-benar kosong melompong. Ada yang hilang setiap harinya dalam hidup saya, namun saya tak pernah tau "itu" apa?? Saya paham bila manusia selalu memiliki beban, selalu merasa kekurangan, dominan sensitif dengan kesedihan dibanding menikmati secuil kebahagiaan. Itu sebabnya, ketika saya ingin teriak maka saya tak berteriak, ketika saya ingin menangis bahkan dengan muka mewek pun (sedikit dipaksakan) air mata itu tak mau turun, ketika saya ingin pergi jauuuuh sekali maka ada saja mata rantai yang menahan saya untuk tetap berada pada posisi semula. Karna saya tau, saya hanya satu dari sekian banyak manusia di bumi ini merasakan hal yang sama yakni sebuah tekanan / pressure dalam hidup.

Lalu,  apakah saya bisa bertahan hidup sampai tuntas sesuai takdir-Nya?? Apakah saya mampu menjalani hidup sesuai dengan jalan-Nya??


Senin, 27 Februari 2012

Sunrise di puncak gunung Sikunir

Berburu sunrise di puncak gunung Sikunir sepertinya sudah merupakan ritual umum yang dilakukan para wisatawan di daerah Dieng, Jawa Tengah. Seperti juga saya bersama rombongan, pukul 4.45 WIB pagi, kami telah meninggalkan penginapan menuju kaki gunung Sikunir. Menggunakan bis carteran, sekitar 25 menit atau pukul 5.10 WIB kami tiba di bawah kaki gunung Sikunir. Selanjutnya, kami berjalan kaki mendaki puncak. Suhu yang begitu dingin, menambah sulitnya perjalanan menuju puncak. Jalan yang mendaki membuat saya harus "ngos-ngosan" dan berhenti beberapa kali untuk sampai ke puncak gunung Sikunir.
Sekitar 20 menit lebih mendaki, akhirnya kami tiba di puncak untuk menyaksikan pemandangan sunrise yang sudah kami nanti-nantikan. Berseberangan dengan gunung Sindoro Sumbing nampak sinar matahari yang mulai menyembul perlahan-lahan. Kelelahan tergantikan dengan kepuasan.





Puas menatap sunrise, saya beserta rombongan mulai bergegas turun untuk pulang ke penginapan. Setiba di tempat parkir bis yang kami gunakan tadi ternyata telah terbentang telaga Cebong yang tidak kami sadari keberadaannya ketika tiba di kaki gunung Sikunir tersebut. Kondisi gelap mengakibatkan jarak pandang untuk melihat sekitar membuat kami mengabaikan keberadaan telaga Cebong tersebut. Telaga Cebong itu sendiri diketahui merupakan telaga yang terbentuk dari kawah yang telah mati.

telaga Cebong



Dieng dan pesonanya

Dataran tinggi Dieng atau Dieng Plateau terletak di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Dieng berasal dari bahasa sansekerta yaitu ‘Di’ dan ‘Hyang’. Di berarti tinggi dan hyang berarti khayangan, dapat diartikan bahwa “Dieng” merupakan dataran tinggi tempat bersemayamnya para dewa dewi. Obyek wisata Dieng sudah cukup populer dikalangan wisatawan. Hal ini dikarenakan obyek wisatanya yang melimpah, berupa kumpulan candi, telaga, goa, kawah, masakan kuliner juga pemandangan  dari puncak pegunungan di daerah tersebut.

Obyek wisata yang pertama saya datangi adalah kompleks candi Arjuna. Kompleks candi Hindu ini terdiri dari candi Arjuna, candi Srikandi, candi Puntadewa, candi Semar dan candi Sembadra. Dahulu kala, kompleks candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan dan persembahan kepada dewa dewa. Menurut penuturan dari guide yang berasal dari daerah setempat, kerajaan yang pernah berdiri di dataran Dieng adalah kerajaan Kalingga yang menganut agama Hindu.




Obyek kedua yang kami datangi adalah kawah Sikidang. Sebelum tiba di kawah sikidang, terhampar dataran luas yang sebagian lahannya tergenang aliran belerang yang mengalir dari sumber kawah tersebut. Bau belerang atau sulfur yang menyengat dapat tercium beberapa meter dari mulut kawah.
Kawah Sikidang itu sendiri memiliki lava pijar yang bergolak karena bertemu dengan air dan melompat lompat seperti kijang di yakini sebagai awal mula kawah ini di namakan kawah sikidang. Kijang dalam bahasa Jawa di sebut dengan kidang. Pengunjung dapat mendekat ke bibir kawah untuk melihat lava yang bercampur air dan berpindah pindah.


Obyek wisata ini sendiri telah dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai sumber mata pencaharian dengan menjual  belerang dalam bentuk cairan, bubuk, dan juga batu yang mengandung belerang. Diketahui, belerang sering dimanfaatkan untuk penyakit kulit, menghilangkan pegal-pegal, mengobati bekas luka, penyakit rematik, dan untuk relaksasi.

Selama di kawah Sikidang, kami dihibur oleh sekelompok pengamen yang bermain musik untuk menghibur para pengunjung yang berada disana.



Telaga warna adalah obyek wisata terakhir yang kami datangi hari itu. Telaga warna berupa telaga luas yang terbentuk dari kawah yang telah mati ribuan tahun yang lalu. Telaga warna dapat memantulkan tiga warna yaitu merah, hijau, dan biru.Kandungan belerang yang ada di dalamnya memantulkan warna kehijauan, sedangkan ganggang merah yang ada di dasar telaga memantulkan cahaya kemerahan. Jernihnya air telaga yang warna biru muncul dari pantulan gradasi sinar matahari.

Telaga warna yang terlihat indah dipandang, dikelilingi puluhan pohon di sekitar telaga semakin menambah kesejukan bagi penikmat telaga warna. Di dalam kawasan telaga warna juga dapat ditemui obyek wisata lainnya yang berupa arca atau patung  mahapatih Gajah Mada berwarna kuning emas, goa Semar, dan goa Jaran.




O
source: http://tempatberlibur.wordpress.com/2012/01/25/obyek-wisata-dieng-jawa-tengah/
           http://yunita-salim.blogspot.com/2011/05/manfaat-dari-belerang-sulfur.html
           http://teamtouring.net/telaga-warna-dan-telaga-pengilon-dua-sisi-yang-berlainan.html

Rabu, 22 Februari 2012

Aom Sucharat Manaying

Yow..yoww..namanya Aom Sucharat Manaying. Saya itu jarang-jarang ngefans berat sama artis. Baru kali ini liat artis senyumnya manis sekali. Koq bisa ya, nih artis senyumnya bikin kita jadi pengen ikutan senyum?? hehehe... Yah sekedar jadi pengagum enggak salah juga kaleee... :P

Biodata :

Real Name: Sucharat Manaying
Nickname: Aom
D.O.B : January 9, 1988
P.O.B: Phimai, Nakhon Ratchasima Thailand
Education: Srinakarinwirot Prasarnmit (Faculty of Fine and Applied Arts), majoring in Acting
- Suriya-u-tai School, Nakhonratchasima
- Suranaree Wittaya School, Nakhonratchasima

Movies : Pai in Love (2009) 
                Yes or No (2010)
                Kungfu Bangkok (2011)







source images: http://www.5uys.com/images/artpic/2011042767336513.jpg
                       http://www.google.co.id/imgres?q=aom+sucharat+manaying&um

If One Day You Have A Courage

 Sebelumnya, saya memang tak tau isi lirik dari lagu ini karna dinyanyikan dalam bahasa Thailand. Namun anehnya, musiknya sungguh enak didengar. Lama-lama, saya jadi penasaran dan mencari lirik dari lagu ini. Akhirnya, saya temukan dalam bentuk bahasa yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Hebat! liriknya benar-benar mantap! :D. Cekidot!!





Budokan - If One Day You Have A Courage
A beautiful song from the Thai movie 
Here are the lyrics:

“Surrounded by many people, you pretend we’re not in love
I don’t deserve to be with you, right?
It’s like our love has to be underneath a dark shadow
I’d like to see you be brave enough for the love
I’m still waiting for your love right here
And there’s a path that’s waiting for us not far from here

For one day, I just want you to look up at the stars and don’t be shy with the sky
Or if you look down for dirt on the ground, don’t avoid anybody’s eyes
You don’t have to feel anything
For one day, I want you to dare look at people’s eyes and tell them we’re in love

There might be no one who would understand but it’s alright if there is you and me
This is the most important thing if one day you’d be brave enough

For one day, I just want you to look up at the stars and don’t be shy with the sky
Or if you look down for dirt on the ground, don’t avoid anybody’s eyes
You don’t have to feel anything
For one day, I want you to dare look at people’s eyes and tell them we’re in love

For one day, I just want you to look up at the stars and don’t be shy with the sky
Or if you look down for dirt on the ground, don’t avoid anybody’s eyes
You don’t have to feel anything
For one day, I want you to dare look at people’s eyes and tell them we’re in love

For one day, I want you to dare look at people’s eyes and tell them we’re in love”

source : http://www.facebook.com/note.php?note_id=108298992599337
(not so sure if its the real translation of the song. i just found it on the web.)

Kamis, 09 Februari 2012

tiga setengah miliar (untuk patah cinta)


Saya meneguk kopi pahit di depan saya berkali-kali. Huh, bahkan kopi dengan racikan dua sendok bubuk kopi dan setengah sendok gula pun tak terasa apapun di lidah. Masih tak mampu mengalahkan pahitnya apa yang sedang saya rasakan. Berkali-kali saya menampar pipi, tetap saja ini bukan mimpi. Seperti ada ribuan jarum yang menusuk dada, seperti juga ingin menangis namun tak ada air mata. Saya ingin teriak sekerasnya, tapi untuk apa?

Malam itu, setelah saya merasa begitu jauh meninggalkannya. Berusaha keras untuk melupakan semuanya tentang dia. Mimpi apa saya semalam?, dia mengirimkan sms kepada saya. 
Dia   : Hai, apa kabar? Ini aku, masih ingat kan?
Saya : Kabar baik, tumben bertanya kabar. Kamu apa kabarnya?
Dia : Kabar baik juga, maaf ganggu, sebenarnya aku mau mengundang kamu. Aku menikah bulan depan.     Kamu mau kan datang?
Bagai ditikam ratusan belati, dengan tenang saya menjawab : Insya Allah ya, saya usahakan datang. Namun saya tak bisa berjanji sebab saya bisa "termehek-mehek" jika berada disana. Hehehe..
dia : Hahaha, kamu bisa aja bercanda. Ya udah, gak pa pa koq kalo gak bisa datang. Aku minta do'anya kamu aja ya??!!
saya : Iya deh, kalo sempat datang saya pasti kabarin kamu. Do'aku yang terbaik buatmu..
dia : Baiklah, makasih ya do'anya. Kutunggu kabarmu :)

Kiriman sms terhenti. Saat itu, saya hanya bengong sambil menggenggam handphone. Terpaku di atas kursi. Oh Tuhaaan, kenapa bisa sakitnya seperti ini? Saya memang bukan orang baik, Tuhan, namun mengapa cerita cinta saya tak pernah usai menyakitkan. Setelah kiriman sms itu, mata ini tak bisa terpejam hingga subuh hampir menjelang.

Saya belum bisa berpikir jernih. Beberapa hari setelah kejadian itu, fokus saya terpecah. Saya memang belum siap untuk menerima kabar itu meski saya tau suatu saat akan datang jua. Saya pergi ke toko buku, menyegarkan mata. Mencari buku bacaan apa saja hingga mata saya tertarik pada sebuah buku dengan sinopsis :
" Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada tiga setengah miliar lebih cerita cinta dan setidaknya ada kurang lebih tiga setengah miliar penduduk bumi yang pernah merasakan patah cinta"
Saya tersenyum getir, seperti sedang disindir. Yah, setidaknya ada tiga setengah miliar penduduk bumi pernah merasakan apa yang saya rasa saat ini. Saya bukan orang aneh kan?

Hari-hari terasa berjalan begitu cepat. Hari yang dia tunggu pun semakin mendekat. Kini, sudah harus saya putuskan! Saya tak akan hadir di acara pernikahannya. Saya tak ingin terus menerus menyakiti diri sendiri. Saya lelah menebar senyum diatas kesedihan diri  tapi saya berjanji, do'a saya akan terus mengalir untuknya seperti air terjun yang tak pernah kering mata airnya. Dia yang terbaik dalam hidup saya. Semoga dia bahagia bersama orang yang ia cintai selamanya.

semenjak itu

semenjak itu,

dinding-dinding kamar dirubung jejaring laba-laba
rumput mengering  merunduk pada tanah yang kian retak
perigi-perigi tua berhenti mengalirkan air tanah
ya, semenjak itu.

tak ada yang bisa kukatakan
lidahku telah serupa bagai batu
tak jua ada yang harus diusap
sebab debu tak lagi musuh
hanya ketika semenjak itu

semenjak itu,
tak akan kuingat bagaimana rasanya terjatuh

semenjak itu,
akan kurekam bagaimana  aku terjatuh.