Kamis, 09 Februari 2012

tiga setengah miliar (untuk patah cinta)


Saya meneguk kopi pahit di depan saya berkali-kali. Huh, bahkan kopi dengan racikan dua sendok bubuk kopi dan setengah sendok gula pun tak terasa apapun di lidah. Masih tak mampu mengalahkan pahitnya apa yang sedang saya rasakan. Berkali-kali saya menampar pipi, tetap saja ini bukan mimpi. Seperti ada ribuan jarum yang menusuk dada, seperti juga ingin menangis namun tak ada air mata. Saya ingin teriak sekerasnya, tapi untuk apa?

Malam itu, setelah saya merasa begitu jauh meninggalkannya. Berusaha keras untuk melupakan semuanya tentang dia. Mimpi apa saya semalam?, dia mengirimkan sms kepada saya. 
Dia   : Hai, apa kabar? Ini aku, masih ingat kan?
Saya : Kabar baik, tumben bertanya kabar. Kamu apa kabarnya?
Dia : Kabar baik juga, maaf ganggu, sebenarnya aku mau mengundang kamu. Aku menikah bulan depan.     Kamu mau kan datang?
Bagai ditikam ratusan belati, dengan tenang saya menjawab : Insya Allah ya, saya usahakan datang. Namun saya tak bisa berjanji sebab saya bisa "termehek-mehek" jika berada disana. Hehehe..
dia : Hahaha, kamu bisa aja bercanda. Ya udah, gak pa pa koq kalo gak bisa datang. Aku minta do'anya kamu aja ya??!!
saya : Iya deh, kalo sempat datang saya pasti kabarin kamu. Do'aku yang terbaik buatmu..
dia : Baiklah, makasih ya do'anya. Kutunggu kabarmu :)

Kiriman sms terhenti. Saat itu, saya hanya bengong sambil menggenggam handphone. Terpaku di atas kursi. Oh Tuhaaan, kenapa bisa sakitnya seperti ini? Saya memang bukan orang baik, Tuhan, namun mengapa cerita cinta saya tak pernah usai menyakitkan. Setelah kiriman sms itu, mata ini tak bisa terpejam hingga subuh hampir menjelang.

Saya belum bisa berpikir jernih. Beberapa hari setelah kejadian itu, fokus saya terpecah. Saya memang belum siap untuk menerima kabar itu meski saya tau suatu saat akan datang jua. Saya pergi ke toko buku, menyegarkan mata. Mencari buku bacaan apa saja hingga mata saya tertarik pada sebuah buku dengan sinopsis :
" Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada tiga setengah miliar lebih cerita cinta dan setidaknya ada kurang lebih tiga setengah miliar penduduk bumi yang pernah merasakan patah cinta"
Saya tersenyum getir, seperti sedang disindir. Yah, setidaknya ada tiga setengah miliar penduduk bumi pernah merasakan apa yang saya rasa saat ini. Saya bukan orang aneh kan?

Hari-hari terasa berjalan begitu cepat. Hari yang dia tunggu pun semakin mendekat. Kini, sudah harus saya putuskan! Saya tak akan hadir di acara pernikahannya. Saya tak ingin terus menerus menyakiti diri sendiri. Saya lelah menebar senyum diatas kesedihan diri  tapi saya berjanji, do'a saya akan terus mengalir untuknya seperti air terjun yang tak pernah kering mata airnya. Dia yang terbaik dalam hidup saya. Semoga dia bahagia bersama orang yang ia cintai selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar